Lukis ND


Perempuan yang lama menemaniku, sosok tangguh nyaris tanpa letih mengajariku banyak hal. Perempuan cantik yang aku sayangi seperti aku menyayangi ibuku sendiri bukan tanpa alasan dia selalu ada disaat aku membutuhkan, dia akan memarahiku ketika aku melakukan hal-hal yang tidak baik, tiap hariku selalu diisi dengan banyak wejangannya " jangan gini, jangan gitu, kaya gitu tuh ga baik, dengerin aku ya, kamu mau nurut sama siapa sekarang? ini untuk kebaikan kamu" itu hanya sedikit dari banyak hal yang selalu dia lontarkan tiap harinya, yah dia sedang menghadapi sosok pria dewasa yang masih kekanak-kanakan. Dia sosok ibu untukku bahkan dia bisa lebih peduli dibanding ibuku sendiri. Bukan hanya sikap saja, terkadang dia menjadi ahli gizi untukku " jangan lupa makan yang banyak, minum yang banyak, jangan makan gorengan, jangan makan yang berminyak-minyak, aku bilang apa jangan sampe telat makan geura" dia benar-benar ahli gizi untukku. Dia orang pertama yang akan memikirkanku jika ada hal yang terjadi pada diriku saking pedulinya terhadapku kadang aku selalu sengaja engga nurutin ucapannya, karena dibeberapa situasi aku lebih senang dengan marahnya dia dibanding sifat lainnya, aku anggap marahnya dia seperti campuran peduli, marah, dan akhirnya senyum. Ahh aki bahagia karena dia benar-benar selalu ada disampingku. Engga jarang aku buat dia marah buat dia kecewa buat dia pusing dan pernah buat dia menangis :( dia bisa memilih untuk mundur tapi dia engga milih itu karena aku percaya aku adalah orang yang paling dia sayangi lebih dari siapapun okelah ini terlalu percaya diri he he he, karena memang dia belum pernah bilang kalo sayang padaku, tapi dengan apa yang dia lakuin selama ini cukup menjawab tulisan tebal diatas :)
Mungkin ini adalah momen terbaik dalam hidupku, dengan dia yang hampir tiap hari selalu bersamaku selama 1 tahun belakangan  ini tak bisa dipungkiri dia adalah gambaran mood pada diriku, dia temanku yang kemudian berubah menjadi tiap tarikan nafas hari-hariku. Namun disaat yang bersamaan aku merasakan ketakutan yang sangat besar. Kebahagiaan ini sejalan dengan ketakutan akan kehilangan dirinya, layaknya ketakutan ketika kehilangan seorang ibu, itu yang sekarang aku rasakan, 1 tahun belakangan ini segala sesuatu yang aku lakukan tak lepas dari pengaruhnya, yah segalanya kugantungkan kepada sosok perempuan ini. Segalanya semuanya seluruhnya. Seperti yang kuceritakan diawal, kini dia adalah nafas bagiku bayangkan jika semua yang berhubungan dengannya itu hilang, aku tak bisa membayangannya cukup ketakutan ku yang mewakili bayangan itu, aku selalu berusaha menjaganya, membahagiakannya membuat senyuman ditiap harinya, memberi kenyamanan di setiap hela nafasnya. Aku sadar dalam hubungan ini aku adalah tokoh pembuat masalahnya, dan dia adalah antitesa dari setiap masalah didiriku. Dia adalah sosok penyabar yang tak pernah ku temui sebelumnya, tapi jika sabar adalah sebuah gunung, setinggi apapun gunung tersebut pasti selalu ada puncak diakhirnya. Begitupun sabar yang memiliki titik ujungnya, aku sadar suatu saat dia akan letih mengahadapi sifat-sifat burukku. Dan mulai perlahan mundur dari kehidupanku. Aku? Aku sedang belajar ketangguhan pada dirinya, sifat penyabar pada dirinya dan sikap dewasa pada dirinya, itu semua untuk merubah semua sifat sifat burukku. Sekali lagi aku menyayanginya sama seperti aku menyayangi ibuku. Doa terbaik selalu terlontar dari nafasku untukmu ND, kau adalah warna dari tiap monokrom dihidupku, dan kau adalah alasan dari keinginan besarku untuk berubah menjadi manusia yang lebih baik. Sekarang kau adalah sukma dari namaku, kau adalah wangi dari bahagiaku, kau adalah rutinitasku. Namamu selalu ada disela tiap detak jantungku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertemanan

Takdir dan Nasib