Pertemanan
Entah sampai kapan ini akan bertahan, bukan aku tak percaya ini akan selamanya namun aku rasa ini bukan pertemanan biasa, untuk berteman kita terlalu dekat, namun tidak ada kata yang dapat digunakan untuk hubungan ini selain pertemanan. Kita sepakat jika memakai kata pertemanan maka aku percaya ini akan bertahan hingga kapanpun. Tak ada alasan yang membuat pertemanan ini hancur atau berakhir, kita berteman lebih dari pertemanan kita dengan siapapun. Namun pertanyaanku kembali ke awal, apa hubungan ini akan bertahan? Setidaknya dalam waktu yang cukup lama? Bagaimana tidak aku menanyakan hal ini, hubungan ini sudah melibatkan banyak perbedaan dalam hal pertemanan.
Perhatian yang kita miliki lebih dari perhatian kita terhadap pertemanan lainnya, kepedulian kita lebih dari kepedulian kita terhadap pertemanan lainnya, kasih sayang kita lebih dari kasih sayang kita terhadap pertemanan lainnya dan kita rasa banyak perbedaan-perbedaan lainnya. Sebentar, mungkin tulisan ini layaknya diperspektif, namun sebenarnya ini hanya monoperspektif, yah tulisan ini hanya perspektifku, ok agar tidak mawut aku akan mengganti kata kita menjadi aku di kalimat selanjutnya.
Ya! Tulisan diatas adalah apa yang aku rasakan, meskipun dibeberapa saat dia selalu bersih keras menganggap ini pertemanan biasa. Aku baru merasakan pertemanan seperti ini, pertemanan yang dapat membuat aku memahami lebih indah makna dari kasih sayang, memahami lebih peka makna dari kepedulian, memahami lebih detail makna dari perhatian, dia sangat dekat, tak ada perumpamaan yang dapat menggambarkan jarak dari kedekatan itu, dia adalah perhatianku di pagi hari dan kenyamananku di malam hari, maksudku dia adalah perhatian pertama saat ku terbangun dipagi hari, dan dia adalah kenyamananku terakhir sebelum aku tertidur pulas, bagaimana dengan sisa waktu yang lain? Di adalah kasih sayang yang kumiliki diantara bangun menjelang pagi dan tidur mengakhiri hari.
Sementara dia, dia adalah media tuhan dalam memberikan kebahagiaan mutlak untukku. Terkadang aku ingin memeluknya, aku ingin dia merasakan hangat daru kasih sayang yang telah dia bangun dihatiku. Cinta? Aku selalu menyembunyikan kosa kata itu di balik kata pertemanan, biarpun aku tidak sebenarnya menyembunyikan itu, dia mengetahui besarnya cinta yang ku perlihatkan kepadanya.
Komentar
Posting Komentar