Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2018

Pertemanan

Entah sampai kapan ini akan bertahan, bukan aku tak percaya ini akan selamanya namun aku rasa ini bukan pertemanan biasa, untuk berteman kita terlalu dekat, namun tidak ada kata yang dapat digunakan untuk hubungan ini selain pertemanan. Kita sepakat jika memakai kata pertemanan maka aku percaya ini akan bertahan hingga kapanpun. Tak ada alasan yang membuat pertemanan ini hancur atau berakhir, kita berteman lebih dari pertemanan kita dengan siapapun. Namun pertanyaanku kembali ke awal, apa hubungan ini akan bertahan? Setidaknya dalam waktu yang cukup lama? Bagaimana tidak aku menanyakan hal ini, hubungan ini sudah melibatkan banyak perbedaan dalam hal pertemanan. Perhatian yang kita miliki lebih dari perhatian kita terhadap pertemanan lainnya, kepedulian kita lebih dari kepedulian kita terhadap pertemanan lainnya, kasih sayang kita lebih dari kasih sayang kita terhadap pertemanan lainnya dan kita rasa banyak perbedaan-perbedaan lainnya. Sebentar, mungkin tulisan ini layaknya dipers...

Pilu di Penghujung Juni

Jiwaku bergetar atas apa yang beberapa saat lalu terjadi, hal yang selalu menghantui belakangan ini, suatu hal sepele yang cukup untuk membuat aku hancur. Dia berhubungan dengan orang lain. Ini aneh, aku bukan pemilik hatinya aku juga bukan pemilik hak darinya, tapi kejadian itu cukup membuat aku hancur. Untuk dia, aku memiliki sifat buruk, aku selalu menggunakan perspektif ego ku dibanding akal sehatku, aku selalu ingin menjadi orang pertama, orang satu satunya, orang yang bisa memenuhi segala kebutuhannya, orang yang menjadi sumber kebahagiaannya, orang yang selalu menjadi pilihan utama utk menuangkan segala keluh kesahnya, aku ingin menjadi pemilik semua tawanya, pemilik kebahagiannya, pemilik ketenangannya, aku ingin menjadi siapapun untuknya, aku ingin menjadi yang pertama, aku tidak ingin ada orang lain selain aku. Aku selalu memenuhi segala macam kebutuhannya, aku selalu berusaha membuat dia menjadi yang terbaik, aku selalu berusaha memerhatikan segala yang dia lakukan, aku sel...

Sedikit Kata

Aku selalu mengagumi para ahli pena dalam membuat sebuah karya, bukan hanya ide-ide kreatifnya, ataupun kualitas cerita yang mereka buat, utamanya aku sangat mengagumi alur yang mereka buat, memainkan imajinasi pembaca, larut dalam cerita didalamnya, bercinta dengan tiap makna yang sengaja diselipkan para penulisnya. Dari situ aku belajar bahwa tulisan bukan hanya memindahkan apa yang difikirkannya dan lantas menuangkannya saja, tapi bagaimana aku meramu semuanya, membuat alur didalamnya, berusaha mengajak pembaca masuk dalam tiap kosa yang tertulis, hingga pesan yang dituliskan bukan hanya dapat difahami, melainkan kata yang dirangkai merasuk dalam hati dan fikiran pembaca, begitupun apa yang selalu aku coba tulis, aku mencoba untuk tidak lepas dari tiap makna yang ingin aku sampaikan, biarpun sedikit hiperbola tapi tetap aku tuliskan. Bukankah tulisanku selama ini menjadi pembawa informasi untukmu? Hingga dia tau betapa pentingnya dia dihidupku? Aku fikir apa yang aku tulis...

Imajiku Terbebas

Kau adalah media kebahagiaan tersederhana yang aku punya, sapaanmu dipagi hari gelak tawamu senyum manismu, sifat manjamu telah menjadi bagian bagian kecil dari surga yang ku temukan, mungkin tak banyak orang tau tentang ini, itu tak penting untukku, kehangatan yang selalu mendampingi tiap cerita yang kau bagi selalu membuat atensiku tak bergerak dari titik tertinggi, tak jarang kami berdebat sengit, untuk urusan berdebat kami memiliki kekerasan kepala yang sama kuat, terkadang aku mengalah untuknya begitupun sebaliknya, namun hal itu bukan menjadi masalah setelah di akhir debat kami isi dengan candaan berkelas yang kami saling lontarkan, kami selalu berbagi konsep mengenai banyak hal yang melahirkan peluang matang untuk kami lanjutkan sebagai bisnis konglomerasi besar nantinya, yah hal tersebut adalah salah satu tujuan kami. Kemarin aku mendapatkan sesuatu yang cukup membuat tak beraturan detak sadarku, maklum sadarku biasa menari dengan imajinasi, ego ku selalu berdampingan deng...

Norwenia

Norwenia Hampir setiap malam kami berkomunikasi via telfon berbagi cerita, bersenda gurau, hingga memecah hening malam dengan gelak tawa kami hal itu selalu kami lakukan semata-mata untuk melepaskan kepenatan dari pekerjaan yang selalu mengkungkung kami tiap harinya. Keadaan tersebut membuat aku mengenal sosoknya cukup dalam, mulai dari ayam kecap yang menjadi makanan favorit dia hingga sedikit bergeser menjadi ayam geprek bensu yang membuat aku cukup risih karena khawatir pedas dari sambalnya membuat pencernaannya bermasalah, namun terkadang aku harus mengalah ketika dia meminta untuk diizinkan meskipun sudah dilarang, yah dia sangat tau cara untuk meminta. Tak hanya itu, mulai dari marun, hitam, putih yang menjadi warna kesukaannya, kaus yang menjadi pakaian ternyamannya, breskha yang menjadi acuan dia untuk membeli sesuatu yang dia suka, oh ya telur gulung, gorengan dengan sambel cobek, baso, greentea, dan masih banyak lagi, tentu cukup membosankan jika aku harus memenuhi tuli...

Lukis ND

Perempuan yang lama menemaniku, sosok tangguh nyaris tanpa letih mengajariku banyak hal. Perempuan cantik yang aku sayangi seperti aku menyayangi ibuku sendiri bukan tanpa alasan dia selalu ada disaat aku membutuhkan, dia akan memarahiku ketika aku melakukan hal-hal yang tidak baik, tiap hariku selalu diisi dengan banyak wejangannya " jangan gini, jangan gitu, kaya gitu tuh ga baik, dengerin aku ya, kamu mau nurut sama siapa sekarang? ini untuk kebaikan kamu" itu hanya sedikit dari banyak hal yang selalu dia lontarkan tiap harinya, yah dia sedang menghadapi sosok pria dewasa yang masih kekanak-kanakan. Dia sosok ibu untukku bahkan dia bisa lebih peduli dibanding ibuku sendiri. Bukan hanya sikap saja, terkadang dia menjadi ahli gizi untukku " jangan lupa makan yang banyak, minum yang banyak, jangan makan gorengan, jangan makan yang berminyak-minyak, aku bilang apa jangan sampe telat makan geura" dia benar-benar ahli gizi untukku. Dia orang pertama yang akan memik...