Imajiku Terbebas

Kau adalah media kebahagiaan tersederhana yang aku punya, sapaanmu dipagi hari gelak tawamu senyum manismu, sifat manjamu telah menjadi bagian bagian kecil dari surga yang ku temukan, mungkin tak banyak orang tau tentang ini, itu tak penting untukku, kehangatan yang selalu mendampingi tiap cerita yang kau bagi selalu membuat atensiku tak bergerak dari titik tertinggi, tak jarang kami berdebat sengit, untuk urusan berdebat kami memiliki kekerasan kepala yang sama kuat, terkadang aku mengalah untuknya begitupun sebaliknya, namun hal itu bukan menjadi masalah setelah di akhir debat kami isi dengan candaan berkelas yang kami saling lontarkan, kami selalu berbagi konsep mengenai banyak hal yang melahirkan peluang matang untuk kami lanjutkan sebagai bisnis konglomerasi besar nantinya, yah hal tersebut adalah salah satu tujuan kami.

Kemarin aku mendapatkan sesuatu yang cukup membuat tak beraturan detak sadarku, maklum sadarku biasa menari dengan imajinasi, ego ku selalu berdampingan dengan perandaianku, acuhku selalu jadi alasan awal ketika perandaianku berbenturan dengan kenyataan, ya terkadang aku selalu bercumbu dengan perandaian-perandaianku. 

Ketika perandaianku berbicara tentang seberapa 'serius' dia menjadikanku sebagai bagian penting dalam hidupnya disaat itu perandaianku selalu menjadi bahan bakar fikiranku bahwa aku sangat penting untuknya, sebentar otakku mulai pegal dengan bahasa yang aku gunakan ini, oke akan lebih ku perjelas, aku selalu menganggap diriku adalah bagian penting untuknya meskipun dia belum pernah membuat pernyataan yang sifatnya atas kehedak sendiri tanpa awalan pertanyaan dariku. Namun semalam, dia mengirimkanku note kecil yang berisi tentang aku! Ya tentang bagaimana dirinya melihatku, seberapa berpengaruhnya aku, mengapa aku bisa menjadi sesuatu yang penting untuknya, dan semua hal menyakut perspektif dirinya dalam melihat aku.

Darahku berdesir, detak sadarku tak beraturan, aku tak hiperbola tapi oke aku masa bodoh tentang sikapku yang seperti ini, intinya aku tak menyangka bahwa dia akan menceritakan semuanya tanpa di awali pertanyaan dariku.

Kau adalah sukma yang selalu akan ku jaga, kau adalah kehormatanku yang selalu aku simpan diatas segalanya, kebahagiaanmu adalah alasanku bernafas, tapi apakah kau menyadari bahwa sifat kekanak-kanakanku adalah alasan untuk kau dapat selalu dekat denganku, jika aku memilih aku lebih baik memilih dipandang sebagai anak kecil yang selalu harus diawasi dan selalu di perhatikan olehmu dibanding aku berubah menjadi pria dewasa tanpa koreksi, bayangkan bagaimana jadinya jika aku berubah menjadi dewasa yang bahkan lebih dewasa dari dirimu? Tentu kita tidak akan sedekat ini, dalam beberapa situasi aku ingin rubah sifat kekanak-kanakanku menjadi hal yang mendewasakan, namun banyak hal pula yang aku akan tetap bertahan dengan kekanak-kanakanku demi selalu bisa dekat denganmu. Aku ingin kau selalu sehat karena sehatmu adalah alasan dari dua titik senyum dipipiku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertemanan

Lukis ND

Takdir dan Nasib