Pilu di Penghujung Juni

Jiwaku bergetar atas apa yang beberapa saat lalu terjadi, hal yang selalu menghantui belakangan ini, suatu hal sepele yang cukup untuk membuat aku hancur. Dia berhubungan dengan orang lain. Ini aneh, aku bukan pemilik hatinya aku juga bukan pemilik hak darinya, tapi kejadian itu cukup membuat aku hancur. Untuk dia, aku memiliki sifat buruk, aku selalu menggunakan perspektif ego ku dibanding akal sehatku, aku selalu ingin menjadi orang pertama, orang satu satunya, orang yang bisa memenuhi segala kebutuhannya, orang yang menjadi sumber kebahagiaannya, orang yang selalu menjadi pilihan utama utk menuangkan segala keluh kesahnya, aku ingin menjadi pemilik semua tawanya, pemilik kebahagiannya, pemilik ketenangannya, aku ingin menjadi siapapun untuknya, aku ingin menjadi yang pertama, aku tidak ingin ada orang lain selain aku. Aku selalu memenuhi segala macam kebutuhannya, aku selalu berusaha membuat dia menjadi yang terbaik, aku selalu berusaha memerhatikan segala yang dia lakukan, aku selalu berusaha menjadi penggugah hati kosongnya, aku selalu menjadi apapun yang dia perlukan, aku selalu berusaha menjadi pengingatnya, bahkan aku selalu berusaha menjadi ahli gizinya. 

Ya itu sebagian kecil dari banyak sekali kekuranganku, aku tak nyaman dengan sifat buruk ini, ini sangat menyiksaku, aku sangat membenci sifat ini, aku ingin bisa menerima saat dia berteman dengan teman laki-laki yang lainnya, aku tidak ingin terganggu jika dia dekat dengan lelaki manapun, aku ingin bisa menerima semuanya, aku tidak ingin menjadi batas untuk hal yang akan dia lakukan dengan siapapun dimanapun dan kapanpun, aku tersiksa dengan perasaan ini, ini sangat menyiksa. Iya aku sangat mencintainya dibanding siapapun di muka bumi ini, iya aku sangat menjaganya tak kurang dari bagaimana aku menjaga ibuku, ya aku sangat ingin bersamanya, dia sangat istimewa hingga aku dapat mengatakan bahwa dia adalah perempuan pertama di 24 tahun dalam hidupku yang selalu mengganggu di fikiranku dalam waktu yang sangat lama, yang selalu hadir mengganggu mimpiku, yang selalu aku puja, perempuan pertama dalam HIDUPKU yang seluruh perkataannya selalu aku turuti, yang selanjutnya jika aku tidak menuruti apa yang di minta itu hanya karena aku ingin mencari perhatian lebih darinya, kadang memang aku sengaja mencari masalah dengannya, hanya sekedar ingin mendengar ocehannya, mendengar nada tingginya saat memarahiku memang cukup aneh apa yang aku lakukan, begitu juga dengan yang aku rasakan, selama 24 tahun ini baru pertama kali aku melakukan hal tersebut ya aku sangat bahagia dengan atensinya.

Aku tersiksa dengan sifat ini, aku tak berhak menghalangi dia berhubungan dengan siapapun, aku tak berhak memarahi dia jika berhubungan dengan siapapun, aku tak berhak menghalang-halanginya, demi banyaknya buih dilautan aku tidak ada hak untuk itu! Aku hanya pengacau yang selalu meracau tiap harinya, tak ada hari tanpa masalah yang aku buat, semua karena aku, karena ego aku, karena ketakutanku akan kehilangan dia, karena aku ingin dia selamanya dan tak boleh ada yang bisa memilikinya karena hanya aku yang bisa membahagiakannya. Semua sifat pecundang itu ingin aku buang jauh-jauh, aku ingin belajar menerima semuanya, aku harus legowo untuk melepasnya, jika aku memelihara sifat ini, sama dengan aku memelihara singa lapar di dalam rumahku, cepat atau lambat dia akan memiliki kekasih, akan menikah, akan memiliki buah hati, akan saling mencintai dengan pendampingnya (satu hal yang aku tau itu bukan aku) aku harus bisa menerima semua itu jika ingin masih melihat pertemanan ini di masa depan.

Aku hanya ingin sifat ini hilang tak berbekas, aku ingin berteman selayaknya berteman, tanpa sifat ini. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertemanan

Lukis ND

Takdir dan Nasib