Terakhir
Terimakasih telah menjadi cerah pada sore yang mendung,
Terimakasih telah menjadi embun di gurun pasir
Terimakasih telah menjadi asa di tengah dahaga bahagia
Terimakasih telah menjadi warna di antara monokrom
Terimakasih telah menjadi mawar diantara kaktus
Terimakasih telah menjadi pembijak diantara pembajak
Terimakasih telah menjadi senyum saat tersedih
Terimakasih telah menjadi tangis bahagia diantara ketidakmungkinan
Terimakasih telah mendewasakan diantara kungkungan kekanak2an
Terimakasih telah menjadi apapun diantara siapapun
Terimakasih telah mengenalkan ikhlas
Sabar
Dewasa
Pengertian
Ketidak ego an
Hemat
Tawa
Canda
Tangis
Duka
Emosi
Sayang
Peduli
Pengorbanan
Tulus
Peka
Percaya
Senyum
Keabadian
Sekarang, kau telah memutuskan untuk pergi, membawa kenangan, mengubur semua mimpi, sekarang aku tidak lagi emosi, tidak seperti siang tadi atau kemarin, aku hanya ingin berterimakasih telah menjadi bagian indah dari hidupku, tak tau hingga kapan tangisku dapat kutinggalkan, aku hanya menikmati saat2 terakhir mengecap manisnya pertemanan, merasakan hangatnya mimpi, mencintai tekad dan menjaga sikap, semoga kau mendapatkan kebahagiaan yang lebih baik lagi dari aku, dari segala yang telah berikan.
Sekarang biarkan aku sendiri, dengan tangis, menunggu takdir.
Sama sepertimu, semoga aku menemukan engkau yang lainnya.
Akhirnya, aku sangat memperdulikan dirimu, terlampau jauh kau berkeputusan, aku selalu ada di depanmu untuk tetap memperdulikanmu, menjaga bahagia itu, meskipun kini berbeda, ya berbeda. Apa karena keputusanmu yang membuat ini berbeda? Ya, tapi apa mungkin keputusanmu dapat membunuh kepedulian dan kebahagiaan yang selalu ku fikirkan untukmu? Aku tak akan menjawab.
Komentar
Posting Komentar