Postingan

Takdir dan Nasib

2018 ini aku sering sekali sakit, dihitung-hitung sudah 4 kali aku sakit, hal yang sangat jarang terjadi di tahun-tahun sebelumnya, pekerjaanku memang sedang dalam fase sibuk-sibuknya, selain tahun ini adalah puncak dari perpindahan kurikulum pendidikan, aku pun disibukan dengan banyaknya pekerjaan yang seharusnya bukan tugasku, yang akhirnya menjadi tugasku.  Juga masalah diluar pekerjaan, dikepalaku tersimpan banyak masalah, masalah yang sulit aku terjemahkan dalam kata yang pas agar dapat di fahami oleh pembaca. Diantara takdir atau nasib. Berbicara mengenai takdir dan nasib bagiku takdir merupakan sebuah jalan yang tidak dapat dipungkiri dan tegas adanya kita tidak bisa melawan takdir, kita juga tidak bisa memprotes dengan adanya takdir a atau takdir b, berbeda dengan nasib, aku meyakini bahwa nasib adalah sebuah hukum sebab akibat dalam konteks yang sangat sederhana, bagiku nasib adalah sudut pandang lain dalam menerjemahkan "air mengalir dari hulu ke hilir" atau ...

Terakhir

Terimakasih telah menjadi cerah pada sore yang mendung, Terimakasih telah menjadi embun di gurun pasir Terimakasih telah menjadi asa di tengah dahaga bahagia Terimakasih telah menjadi warna di antara monokrom Terimakasih telah menjadi mawar diantara kaktus Terimakasih telah menjadi pembijak diantara pembajak Terimakasih telah menjadi senyum saat tersedih Terimakasih telah menjadi tangis bahagia diantara ketidakmungkinan Terimakasih telah mendewasakan diantara kungkungan kekanak2an Terimakasih telah menjadi apapun diantara siapapun  Terimakasih telah mengenalkan ikhlas Sabar Dewasa Pengertian Ketidak ego an Hemat Tawa  Canda Tangis Duka Emosi Sayang  Peduli  Pengorbanan Tulus  Peka Percaya Senyum Keabadian Sekarang, kau telah memutuskan untuk pergi, membawa kenangan, mengubur semua mimpi, sekarang aku tidak lagi emosi, tidak seperti siang tadi atau kemarin, aku hanya ingin berterimakasih telah menjadi...

Pertemanan

Entah sampai kapan ini akan bertahan, bukan aku tak percaya ini akan selamanya namun aku rasa ini bukan pertemanan biasa, untuk berteman kita terlalu dekat, namun tidak ada kata yang dapat digunakan untuk hubungan ini selain pertemanan. Kita sepakat jika memakai kata pertemanan maka aku percaya ini akan bertahan hingga kapanpun. Tak ada alasan yang membuat pertemanan ini hancur atau berakhir, kita berteman lebih dari pertemanan kita dengan siapapun. Namun pertanyaanku kembali ke awal, apa hubungan ini akan bertahan? Setidaknya dalam waktu yang cukup lama? Bagaimana tidak aku menanyakan hal ini, hubungan ini sudah melibatkan banyak perbedaan dalam hal pertemanan. Perhatian yang kita miliki lebih dari perhatian kita terhadap pertemanan lainnya, kepedulian kita lebih dari kepedulian kita terhadap pertemanan lainnya, kasih sayang kita lebih dari kasih sayang kita terhadap pertemanan lainnya dan kita rasa banyak perbedaan-perbedaan lainnya. Sebentar, mungkin tulisan ini layaknya dipers...

Pilu di Penghujung Juni

Jiwaku bergetar atas apa yang beberapa saat lalu terjadi, hal yang selalu menghantui belakangan ini, suatu hal sepele yang cukup untuk membuat aku hancur. Dia berhubungan dengan orang lain. Ini aneh, aku bukan pemilik hatinya aku juga bukan pemilik hak darinya, tapi kejadian itu cukup membuat aku hancur. Untuk dia, aku memiliki sifat buruk, aku selalu menggunakan perspektif ego ku dibanding akal sehatku, aku selalu ingin menjadi orang pertama, orang satu satunya, orang yang bisa memenuhi segala kebutuhannya, orang yang menjadi sumber kebahagiaannya, orang yang selalu menjadi pilihan utama utk menuangkan segala keluh kesahnya, aku ingin menjadi pemilik semua tawanya, pemilik kebahagiannya, pemilik ketenangannya, aku ingin menjadi siapapun untuknya, aku ingin menjadi yang pertama, aku tidak ingin ada orang lain selain aku. Aku selalu memenuhi segala macam kebutuhannya, aku selalu berusaha membuat dia menjadi yang terbaik, aku selalu berusaha memerhatikan segala yang dia lakukan, aku sel...

Sedikit Kata

Aku selalu mengagumi para ahli pena dalam membuat sebuah karya, bukan hanya ide-ide kreatifnya, ataupun kualitas cerita yang mereka buat, utamanya aku sangat mengagumi alur yang mereka buat, memainkan imajinasi pembaca, larut dalam cerita didalamnya, bercinta dengan tiap makna yang sengaja diselipkan para penulisnya. Dari situ aku belajar bahwa tulisan bukan hanya memindahkan apa yang difikirkannya dan lantas menuangkannya saja, tapi bagaimana aku meramu semuanya, membuat alur didalamnya, berusaha mengajak pembaca masuk dalam tiap kosa yang tertulis, hingga pesan yang dituliskan bukan hanya dapat difahami, melainkan kata yang dirangkai merasuk dalam hati dan fikiran pembaca, begitupun apa yang selalu aku coba tulis, aku mencoba untuk tidak lepas dari tiap makna yang ingin aku sampaikan, biarpun sedikit hiperbola tapi tetap aku tuliskan. Bukankah tulisanku selama ini menjadi pembawa informasi untukmu? Hingga dia tau betapa pentingnya dia dihidupku? Aku fikir apa yang aku tulis...

Imajiku Terbebas

Kau adalah media kebahagiaan tersederhana yang aku punya, sapaanmu dipagi hari gelak tawamu senyum manismu, sifat manjamu telah menjadi bagian bagian kecil dari surga yang ku temukan, mungkin tak banyak orang tau tentang ini, itu tak penting untukku, kehangatan yang selalu mendampingi tiap cerita yang kau bagi selalu membuat atensiku tak bergerak dari titik tertinggi, tak jarang kami berdebat sengit, untuk urusan berdebat kami memiliki kekerasan kepala yang sama kuat, terkadang aku mengalah untuknya begitupun sebaliknya, namun hal itu bukan menjadi masalah setelah di akhir debat kami isi dengan candaan berkelas yang kami saling lontarkan, kami selalu berbagi konsep mengenai banyak hal yang melahirkan peluang matang untuk kami lanjutkan sebagai bisnis konglomerasi besar nantinya, yah hal tersebut adalah salah satu tujuan kami. Kemarin aku mendapatkan sesuatu yang cukup membuat tak beraturan detak sadarku, maklum sadarku biasa menari dengan imajinasi, ego ku selalu berdampingan deng...

Norwenia

Norwenia Hampir setiap malam kami berkomunikasi via telfon berbagi cerita, bersenda gurau, hingga memecah hening malam dengan gelak tawa kami hal itu selalu kami lakukan semata-mata untuk melepaskan kepenatan dari pekerjaan yang selalu mengkungkung kami tiap harinya. Keadaan tersebut membuat aku mengenal sosoknya cukup dalam, mulai dari ayam kecap yang menjadi makanan favorit dia hingga sedikit bergeser menjadi ayam geprek bensu yang membuat aku cukup risih karena khawatir pedas dari sambalnya membuat pencernaannya bermasalah, namun terkadang aku harus mengalah ketika dia meminta untuk diizinkan meskipun sudah dilarang, yah dia sangat tau cara untuk meminta. Tak hanya itu, mulai dari marun, hitam, putih yang menjadi warna kesukaannya, kaus yang menjadi pakaian ternyamannya, breskha yang menjadi acuan dia untuk membeli sesuatu yang dia suka, oh ya telur gulung, gorengan dengan sambel cobek, baso, greentea, dan masih banyak lagi, tentu cukup membosankan jika aku harus memenuhi tuli...